
37 Seconds
37セカンズ
Yuma bercita-cita menjadi seorang mangaka, tetapi hidupnya terjebak dalam kendali ibunya yang otoriter yang mengatur segala aspek kehidupannya. Keterbatasan tambahan datang dari kenyataan bahwa ia harus duduk di kursi roda. Seorang teman yang seharusnya dapat dipercaya justru memanfaatkan bakat menggambar Yuma, memaksa dirinya untuk membuat manga secara rahasia. Setelah mengalami perlakuan tidak adil secara terus-menerus, Yuma mencoba melarikan diri dengan mengirimkan karyanya ke sebuah penerbitan manga erotis. Pertemuan dengan editor membukakan wawasannya bahwa untuk menciptakan cerita yang menarik, ia harus terlebih dahulu mengalami lebih banyak hal. Kesadaran ini menjadi titik awal perjalanan Yuma menuju kemandirian, menantang batasan-batasan yang selama ini ia anggap tetap.