
Dulcinea-reul Wihayeo
둘시네아를 위하여
Cerita ini menggali konsep penyesalan dan keinginan untuk mengubah perkataan atau tindakan masa lalu, merujuk pada pepatah tentang berpikir sebelum berbicara. Ia mengajukan pertanyaan apakah seseorang akan menggunakan mesin waktu untuk menghapus momen-momen menyakitkan. Dalam narasi, dua garis dialog yang bertolak belakang disajikan—yang satu menyampaikan kerinduan dan kesetiaan mendalam, sementara yang lain mengungkap pergeseran perasaan dan keinginan rumit untuk kembali ke hubungan masa lalu.