

Elfen Lied
·エルフェンリート
Mutasi manusia yang dikenal sebagai "diclonii" lahir dengan tanduk dan kemampuan telekinesis berupa lengan tak terlihat yang disebut vectors. Kemampuan ini bervariasi dalam kekuatan dan jumlahnya antar individu, memungkinkan sebagian dari mereka untuk menghalau atau menangkis peluru. Diclonii menunjukkan kecenderungan tinggi terhadap kekerasan, yang meningkat seiring bertambahnya usia, beralih dari agresi bermain saat masa kanak-kanak menjadi kebencian terhadap manusia saat dewasa. Mereka langka, karena merupakan satu-satunya yang mampu bereproduksi secara alami. Lebih umum ditemukan adalah "silpelits", yang lahir dari orang tua manusia, di mana ayahnya terinfeksi oleh mutasi. Hanya laki-laki yang dapat menularkan mutasi ini, dan semua anak yang lahir adalah perempuan. Para ilmuwan mencatat peningkatan jumlah bayi berambut tanduk yang melakukan tindakan kekerasan, sehingga mereka ditahan di sebuah fasilitas untuk eksperimen atau eksekusi. Kouta, seorang non-mutasi, terlibat dengan Lucy, satu-satunya diclonius murni yang ingin menghancurkan umat manusia. Lucy tidak memiliki rasa empati kecuali terhadap Kouta, sementara Direktur Kakuzawa, yang memiliki keturunan diclonius, bermaksud menikah dengannya untuk menciptakan spesies baru. Hubungan masa kecil mereka kompleks, dan saat wabah virus udara menyebar di Jepang, masa depan umat manusia tetap tidak pasti.
Traduzione in corso — testo originale in inglese.
Tag
Link ufficiali
Opere correlate
ADAPTATION

★ 68
Elfen Lied
TV · 2004
