

Kyoushitsu Jibaku Club
教室自爆クラブ
Tujuh siswa yang selamat dari ledakan bom di dalam kelas tiga tahun sebelumnya kembali berkumpul di ruangan yang sama. Salah satu dari mereka, Takumi Shindou, mengklaim bahwa salah seorang korban selamat telah memberikan bom kepada orang yang melakukannya. Tuduhan ini memicu pencarian terhadap pelaku yang membantu. Sementara itu, seorang siswi di sebuah sekolah menengah di Tokyo tiba dengan bom tersemat di tubuhnya, menyatakan bahwa semua orang yang hadir akan mati bersamanya. Peristiwa ini menjadi awal dari serangkaian aksi teror yang dilakukan oleh para siswa yang pernah mengalami perundungan, menciptakan rasa takut yang meluas di sekolah-sekolah di seluruh negeri.



