
Mo Mai
Silent Heartbeat·默脉
Lin Mu dibesarkan bersama saudari tunarunganya, Lin Chao, dan dikenal karena sifatnya yang hangat serta penuh dukungan. Lu Rong, yang tinggi dan tampan, kehilangan orang tuanya sejak kecil dan tinggal bersama neneknya yang menderita Alzheimer, membuatnya cepat dewasa. Kehidupan mereka bersilang di Kunqian, sebuah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan bagi komunitas penyandang disabilitas. Di sana, mereka bergabung dengan sekelompok siswa yang memiliki berbagai jenis disabilitas, seperti tunarunga, tunanetra, dan cerebral palsy, sambil mengalami masa muda bersama. Lin Mu dan Lu Rong secara perlahan membangun pemahaman yang tenang, dengan Lin mengakui sikap Lu yang tertutup, sambil berkata bahwa ia memahami kesulitan hidup melalui pengalamannya sendiri.