
Toys
Seorang anak laki-laki ditinggalkan sendirian bersama ibunya yang sakit, bergantung pada seorang tetangga untuk bantuan. Seiring bertumbuhnya ia, ia semakin terasing, membentuk ikatan dengan sebuah mainan yang menjadi sumber kenyamanan. Dalam cerita kedua, seorang pria merenungkan hubungan masa lalunya, mengingat kembali masa di mana ia dan mantan kekasihnya pernah mengunjungi sebuah kuil. Ia ditinggalkan dengan emosi yang belum teratasi dan pertanyaan yang belum terjawab tentang keterikatannya dengannya. Kedua narasi ini menggali tema kesepian, kenangan, dan perjalanan waktu.