

Love, Hate, Love.
Love,Hate,Love.
Kiwako, seorang penari balet berusia 28 tahun, merasa tidak bahagia dengan hidupnya dan mempertimbangkan untuk mengakhiri kariernya karena tidak lagi mampu secara finansial dan terpaksa bekerja di sebuah bar. Ia bermimpi melakukan hal-hal yang selama ini tidak bisa ia lakukan, seperti merokok, makan makanan manis, dan merasakan cinta. Ia bertemu dengan tetangganya yang berusia 52 tahun, seorang profesor bahasa Jerman. Tidak terduga, ia jatuh cinta kepadanya. Setelah ia mengungkapkan perasaannya, hubungan yang kompleks pun dimulai. Melalui ini, Kiwako menyadari bahwa ada saat-saat seseorang bisa sampai merasa benci terhadap orang yang dicintainya.