
Mash
マッシュ
Seorang pemuda di Marseille, Prancis, setiap hari membuat portret untuk membantu merawat ayahnya yang cacat. Ketika sebuah lomba menggambar seantero kota yang menawarkan hadiah 10.000 franc dan satu tempat di sekolah seni di Paris diumumkan, ia awalnya menyerah karena kekurangan perlengkapan. Dengan bantuan seorang teman masa kecilnya, ia mendapatkan alat yang diperlukan. Namun, ayahnya yang menentang ambisi seninya menghancurkan karyanya hanya sehari sebelum tenggat waktu. Menghadapi tantangan ini, pemuda itu menemukan solusi tak terduga untuk menyelesaikan lukisannya tepat waktu. Pertanyaannya kini adalah apakah ia mampu menyerahkan karya akhirnya dan mengejar impiannya untuk belajar di Paris.