
Ninpou Taiheiyou Senki Kuubotou
忍法太平洋戦記 空母島
Pada Agustus 1943, pangkalan udara Jepang di Rabaul menghadapi serangkaian serangan dari Amerika. Terlindungi secara ketat oleh kekuatan laut dan senjata anti-udara canggih yang dilengkapi radar, pulau ini tidak bisa diserang secara preventif. Dalam sebuah briefing untuk wartawan, seorang jurnalis mengidentifikasi salah satu anggota kelompok sebagai orang yang tidak sah—Yoshihiko Nanjo. Lulusan sekolah militer yang diberi kode nama Sakura No. 1 ini dikirim untuk mengintai pulau tersebut dan menghancurkan senjata anti-udara. Setelah tertangkap karena terluka, ia berhasil melarikan diri dengan menggunakan alat tersembunyi. Ia mencuri pesawat yang dimuat bom dan bermaksud menghancurkan senjata tersebut, tetapi bom gagal meledak. Dengan pesawatnya yang rusak parah dan tubuhnya terluka, ia menabrakkan pesawatnya ke sasaran dalam serangan akhir yang sukses. Misi berhasil, tetapi identitasnya tetap tidak diketahui.

