
Nobody Cry
ノーバディクライ
Nichika, yang sebelumnya belum pernah mengalami hubungan satu malam sebelumnya, mengalaminya untuk pertama kalinya. Kehidupannya selama ini ditandai oleh orang tua yang dingin secara emosional, pertemanan di mana ia selalu menyembunyikan perasaan sebenarnya—karena dianggap terlalu merepotkan—dan penerimaan pasrah akan masa depan sebagai seorang Freeter. Namun ketika fantasi singkat dari perjalanan pulang paginya menghilang dan berubah menjadi kenyataan, ia secara tak terduga bertemu dengan pria yang ia kira tak akan pernah bertemu lagi.