
Take to Kota to Aoto
タケトコタトアオト
Take kembali ke rumah setelah hari yang panjang dan menemukan putranya, Kota, menangis sendirian dalam gelap. Istrinya telah pergi, meninggalkannya untuk membesarkan Kota sendirian. Setelah Kota mulai mengikuti sekolah prasekolah, Take mengetahui bahwa salah satu gurunya, Aoto, dulu pernah menjadi siswanya yang pernah dia bully. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan tugas sebagai orang tua telah membuat Take terasing dari teman-temannya. Suatu hari, ketika Take melepas kewaspadaannya di depan Aoto, guru itu justru menenangkannya, mengakui usaha dan komitmen Take sebagai seorang ayah. Setelah momen itu, Take menjadi lebih sadar akan keberadaan Aoto.

