
Hinatsuba
ひなつば
Di masa akhir Shogun Tokugawa di Edo, Suzu Kanchiku melatih dirinya dalam seni pedang di sebuah sekolah tempat ia satu-satunya perempuan. Ia berusaha menguasai seni tersebut hingga mampu melampaui laki-laki. Di luar dojo, ia menghadapi tekanan sosial, termasuk rayuan dari para samurai. Narasi menggambarkan kehidupan berbagai perempuan dari berbagai latar belakang—guru bela diri, wanita penghibur, pekerja toko, biarawati, dan tentara bayaran—sebagai wujud pengenalan terhadap kekuatan, ketekunan, dan belas kasih mereka di abad ke-19 di Edo.