
Myeonmyeonmyeon
면면면
Di awal tahun 1960-an, Korea Selatan mengalami perubahan besar dalam budaya makanan pasca-perang, ketika rakyat menghadapi kelaparan harian dan bergantung pada sereal madu sisa dari pangkalan militer AS. Jeon Joong-Yoon berusaha memperbaiki kehidupan orang-orang miskin dengan menyediakan makanan yang lebih baik. Kim Hang-pil, mantan prajurit KATUSA yang kini bekerja di pekerjaan baru, terinspirasi untuk bergabung dengan upaya Joong-Yoon, terpikirkan oleh seseorang yang ia sayangi. Lee Young-Hee, yang menjual sereal madu di kampung kumuh tanpa izin, merasakan penderitaan yang ditinggalkan perang. Di tengah penderitaan keluarga dan tetangga, dedikasi dan ketekunan mereka berujung pada penciptaan mie ramen, makanan yang kemudian menjadi simbol perjuangan dan ketangguhan rakyat biasa.